Home

Advertisement

Di Balik Derita Sakit Menjelang Ajal

  • Aug. 7th, 2008 at 2:13 AM
shodiq

Rasulullah Muhammad SAW sakit. Sakitnya makin keras. Demikian kabar tersiar luas di kalangan sahabat ketika pasukan Usama hendak berangkat ke Jurf, dekat Madinah, pada tahun kesepuluh Hijriyah. Maka tertundalah keberangkatan mereka. Sebab, mereka mengkhawatirkan keadaan junjungan mereka, Muhammad SAW.

            Bagaimana tidak khawatir? Mereka mencintai Nabi di atas kecintaan terhadap orang lain, termasuk kepada anak-anak. Mereka tidak tega meninggalkan beliau dalam keadaan sakit.

            Bagaimana tidak khawatir? Selama ini mereka belum pernah melihat beliau mengalami sakit berat. Penyakit yang pernah beliau derita tidak lebih dari kehilangan nafsu makan pada tahun keenam Hijrah, tatkala tersiar berita bohong bahwa beliau telah disihir oleh orang-orang Yahudi, dan satu penyakit lagi, yaitu keracunan makanan pada tahun ketujuh Hijrah.